Back

Pengiriman Esai

Terima kasih telah mempertimbangkan Relasi Kuali untuk karya Anda! Harap baca panduan ini tentang cara mengirimkan karya kepada kami.

Ajukan Cerita Orisinal untuk Dipublikasikan

Relasi Kuali menerima naskah untuk karya nonfiksi orisinal dari para penulis. Kami tidak menerima fiksi untuk dipublikasikan.

Ciri khas cerita Relasi Kuali adalah kemampuannya untuk mempertahankan rasa ingin tahu pembaca dari awal hingga akhir. Sebagian besar tulisan utama (features) yang kami terbitkan berkisar antara 800 hingga 1.200 kata, tetapi rentang tersebut adalah panduan, bukan aturan baku. Kami ingin tahu apa yang menurut Anda bisa dicapai oleh sebuah cerita Relasi Kuali, dan bagaimana Anda berencana untuk mewujudkannya.

Kami mencari sudut pandang yang unik, tidak terduga, dan gaya bahasa (voice) yang memikat, juga membumi di berbagai topik. Kami tidak menerima naskah yang terlampau teoretis dan bersifat akademik, boleh mengirimkan tulisan reflektif dengan bahasa kolokial. Harap lampirkan draft yang sudah selesai (PDF, Google Docs, atau Word doc) pada kiriman Anda. Esai akan diperiksa faktanya (fact-checked) jika diperlukan.


Anda juga dapat merekomendasikan cerita milik Anda yang sudah diterbitkan di media lain agar bisa dipublikasikan ulang di Relasi Kuali, tentunya jika izin publikasi ulang ada di tangan Anda.

Proses Pengiriman

Kirimkan naskah dan pertanyaan lainnya ke email editorial utama kami di relasikuali@gmail.com. Harap cantumkan rubrikasi tulisan (“Memori Meja Makan,” “Kisah Akar Rumput,” “Pop Kultur,” dll.) sebelum nama, pada baris subjek email Anda,

atau cukup dengan Subjek Email: “Kontribusi Relasi Kuali – [Nama]” jika Anda belum menentukan topik pilihan Anda. Jangan lupa sertakan biodata singkat (1–2 paragraf), foto profil, dan akun media sosial di body email.

Kami adalah tim kecil dan menerima kiriman naskah setiap harinya, jadi mohon maaf kami tidak dapat mengonfirmasi penerimaan kiriman Anda.

Kami umumnya hanya merespons jika kami tertarik untuk menerbitkan tulisan Anda. 

Kami tidak akan menerima kiriman atau ide tulisan apa pun yang ditulis atau diedit menggunakan alat AI generatif seperti ChatGPT.

Tulisan yang masuk, akan disunting dengan cermat dan penuh pertimbangan. Kami ingin membantu Anda menyampaikan cerita paling memikat yang bisa kami sajikan, dan pendekatan kami adalah semangat elaborasi. Mungkin diperlukan beberapa putaran revisi untuk membentuk sebuah tulisan menjadi sesuatu yang kita semua bisa nikmati bersama.

Rubrikasi

Esai Kritis Pangan

Ruang untuk mendedah urusan perut dan dapur dalam lanskap yang lebih luas, menggunakan pangan sebagai lensa sosiologis dan politik. Melalui esai kritis yang tajam namun membumi, rubrik ini memotret realitas nyata di balik piring kita: dari fluktuasi harga cabai yang mencekik, nasib petani yang kehilangan lahan, buruh pabrik makanan, hingga persoalan sampah pangan yang menumpuk di sekitar kita. Di sini, ketimpangan terstruktur yang kerap luput dari pandangan kolektif dibedah sebagai poros utama untuk memicu kesadaran ekologis dan sosial.

Ulasan Budaya Makan

Tempat untuk menakar, merenungkan, dan membedah manifestasi kebudayaan manusia lewat berbagai karya. Rubrik ini menyajikan ulasan jujur dan mendalam terhadap buku, film dokumenter, arsip sejarah, hingga podcast yang merekam budaya makan manusia. Ia juga mengulas proses akulturasi budaya makan di suatu daerah, yang telah bercampur dengan budaya lain, hingga membentuk sebuah identitas baru. Tanpa terjebak pada sekadar pemberian rating bagus atau jelek, kami menelusuri cerita, nilai moral, estetika, dan benang merah sejarah yang tersimpan di balik penciptaan karya-karya tersebut untuk melihat bagaimana manusia bertukar makna lewat makanan.

Memori Meja Makan

Sebuah ruang intim yang merawat cerita-cerita personal dan ingatan masa lalu yang berpaut erat dengan makanan. Rubrik ini mengeksplorasi bagaimana hidangan menjadi jangkar emosi, ruang refleksi, dan pemahaman eksistensi diri; mulai dari aroma tumisan Ibu yang memicu kerinduan akan rumah, seporsi penganan penghibur saat patah hati, hingga obrolan jujur yang meluncur di meja makan malam. Di bilik ini, hal-hal subtil diserap menjadi bagian dari cara kita merenungkan kehidupan.

Kisah Akar Rumput

Menyajikan jurnalisme sastrawi dalam bentuk feature non-fiksi tentang manusia-manusia yang menghidupi kita dan merawat ingatan kolektif dari akar rumput. Rubrik ini merekam kisah nyata di lapangan: perjuangan penjual bakso pikulan, bertahannya warung nasi legendaris di pinggir jalan, gotong royong warga saat hajatan kampung, hingga kearifan lokal masyarakat adat serta resep tua yang dijaga ibu-ibu di desa. Ini adalah ruang bagi mereka yang bergerak di balik kepulan asap tungku—merawat kehidupan dan perubahan tanpa membutuhkan ‘karpet merah’.

Tren Kuliner Populer

Ulasan santai namun jeli mengenai celoteh kehidupan dan dinamika seputar fenomena kuliner hari ini. Rubrik ini membaca lanskap sosial di balik antrean panjang tren makanan yang viral di TikTok, kultur nongkrong anak muda di kafe atau warkop, hingga kebiasaan-kebiasaan unik netizen seputar makanan. Tren populer tidak sekadar dilihat sebagai komoditas gaya hidup sekunder, melainkan sebagai lensa untuk memahami bagaimana masyarakat modern mengekspresikan identitas budaya dan cara mereka berinteraksi.