Memberi nama pada medium kepenulisan ini, punya keruwetannya sendiri. Kenapa “Relasi” dan kenapa harus “Kuali”?
Semua manusia butuh makan, dan semua manusia punya keterhubungan—baik itu dengan sesama manusia, maupun dengan alam dan makhluk lainnya. Setiap keterhubungan ini memiliki maknanya sendiri-sendiri. Makna dan makan, adalah dua diksi yang punya keterkaitan kuat. Makanan dan filosofi kehidupan manusia saling terhubung lewat studi mendalam tentang estetika, etika, dan kebudayaan.
Sepiring penganan yang tersaji dari hasil kreasi di kuali, tak sekadar pemuas lapar—pun dahaga, tetapi jadi pintu masuk untuk merefleksikan hakikat eksistensi manusia, kehidupan sosial, termasuk hubungan spiritualitas dengan penciptanya.
Dari pemikiran ini, kami mencoba untuk membuat wadah penulisan—yang menggunakan poros kuliner sebagai tumpuan—membedah isu-isu mendalam, baik itu sosial, politik, kebudayaan, bahkan filosofi kehidupan.
Menuliskan makna makanan dan bahan baku kuliner, adalah cara kami mengangkat hal subtil menjadi sesuatu yang memiliki makna besar. Karena, kita tidak perlu ‘karpet merah’ untuk berangkat menuju perubahan.
Karena bagaimanapun, makanan bukan sekadar bahan pangan biologis untuk bertahan hidup. Makanan adalah lensa pemahaman eksistensi, moralitas, identitas budaya, hingga spiritualitas manusia. Aktivitas makan adalah cara kita merenung tentang bagaimana alam semesta diserap menjadi bagian dari diri kita, cara berpikir kita, tindak tanduk kita, bahkan bagaimana kita membuat karya.
Masthead
Penerbit Effington Media
EDITORIAL
Pemimpin Redaksi Foggy FF
Redaktur Donny M. Ramdhan, Nadya Gadzali, Ainin Nur Latifah
Desainer Editorial Spica MC
Sekretaris Redaksi Salma Nur Fauziyah